Bukan Rama dan Shinta
Putri
Rashinta seorang gadis SMA yang sedang di cumbu asrama dengan sahabat kecil nya
Rama Refian, keduanya sudah memulai persahabatan sejak masih balita dulu karena
memang orang tua mereka yang berteman dan berusaha menjodoh-jodohkan mereka.
Mulai sejak SD Rama sempat mengutarakan perasaannya kepada Shinta namun selalu
di tolaknya hingga akhirnya ketika mereka SMA dan berusia 17 tahun Shinta baru
memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya.
Meskipun
mereka menjalin sebuah hubungan lebih dari sekedar teman tapi mereka sama
sekali tidak saling tertutup atau jaim satu sama lain, bagi mereka hanya status
yang berubah di antara mereka. Shinta sangat merasa beruntung karena memiliki
Rama yang terkenal supel, suka olahraga, aktif berorganisasi dan di idolakan
oleh teman-temannya, sementara Putri hanyalah gadis biasa namun berprestasi di
akademiknya hingga tak jarang pula orang-orang mengenalnya.
Kedua
nya bagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi begitulah anggapan orang-orang
yang sangat tahu tentang kedekatan mereka, orang tua mereka masing-masing pun
sudah mengganggap mereka sebagai anak mereka sendiri. Tak sedikit banyak
perempuan di sekolah entah itu senior junior atau bahkan yang sebaya dengan
mereka yang naksir dengan karisma yang dimiliki Rama, namun tak jarang ada
beberapa senior yang melirik Shinta karena pesona kecerdasannya. Selain banyak
yang mendukung hubungan mereka banyak orang yang menyayangkan kedua nya
berpacaran karena ada yang berpendapat kalau Rama terlalu sempurna untuk Shinta
ataupun sebaliknya.
Waktu
terus berlalu hingga sudah satu setengah tahun lebih mereka berpacaran dan
sekarang mereka telah berada di akhir masa SMA, keduanya memiliki impian
universitas yang berbeda. Sempat terfikir kalau jika nanti mereka LDR akan
menggoyah hubungan atau menghambat komunikasi di antara mereka berdua, namun
kepercayaan mereka yang masih terjaga antara satu sama lain akhirnya mereka
berkomitmen untuk terus mempertahankan hubungan mereka.Setelah ujian akhir
mereka selesai dan hasilnya sudah keluar Shinta akan kuliah di Bandung
sementara Rama tetap di Jakarta.
Selama
libur menunggu masuk kuliah kali ini Rama mulai berubah, dia tak sesering dulu
menghubungi Shinta, jangankan untuk bertemu atau mengajaknya jalan memberi
kabar kepadanya pun jarang sekali. Shinta yang mencoba untuk tetap berpositif
thinking kepada pacarnya itu selalu berfikiran baik akan Rama meskipun tak
jarang sering terjadi perdebatan dalam hatinya sendiri tapi dia berusaha untuk
tetap sabar demi terjaganya hubungan mereka, asalkan baginya setelah Rama
selesai dengan kesibukannya dia masih ingat untuk memberi kabarnya.
Kini
tiba saatnya Shinta untuk berangkat ke Bandung, namun Rama tak memberi kabar
sedikitpun meskipun sudah diberitahu hari keberangkatannya. Kembali Shinta
menyembunyikan kekecewaannya dengan beralibi terhadap dirinya sendiri kalau
Rama saat ini sangat sibuk dengan segudang kegiatannya. Setelah sampai di
Bandung, Rama baru mengabari nya dan berjanji kalau minggu depan akan
mengunjunginya di Bandung.
Shinta
yang saat itu menjadi MABA dan orang baru di Kota Bandung sengaja menemui kaka
Rama yang kuliah di sana juga namun beda Universitas dia bersedia menemaninya
berkeliling Bandung selama beberapa hari ini. Saat itu ketika Rama tiba di Bandung,
dia melihat kalau Shinta terlihat sangat mesra dengan kaka nya. Tanpa pikir
panjang Rama cemburu buta dengan mereka berdua, penjelasan yang di dengarkannya
seakan tak menutupi rasa sakit hatinya di mulutnya dia bilang percaya tapi
tidak di hatinya.
Rama makin jarang menghubungi Shinta lagi,
hanya beberapa kali dalam seminggu itu pun hanya ucapan semangat dan selamat
pagi Shinta pun merasa sudah ada yang tidak beres dalam hubungan mereka, dia
memutuskan akan ke Jakarta ketika libur semester nanti dan juga ingin merayakan
hari Annivesary kedua dan tahun baru.
Seminggu sebelum hari yang di tunggu-tunggu Shinta dia bertemu di sebuah café
dengan sahabat sekolahnya dulu mereka sangat dekat dia kuliah di tempat yang
sama dengan Rama dan bercerita kalau waktu semasa sekolah dia sempat beberapa
kali memergoki Rama sedang bersama perempuan-perempuan lain begitupun saat
kuliah sekarang.
Ketika
mereka sedang membicarakan Rama, tiba-tiba datang seseorang yang memanggil
sahabatnya Shinta dan tak lama setelah itu datang lah Rama. Betapa terkejutnya
ketika itu teman dari sahabatnya shinta mengenal kan Rama sebagai pacarnya
kepada mereka berdua, tak tergambarkan rasa kekecewaan yang ada dalam diri
Shinta. Sejak kejadian itu Rama yang selalu berusaha meminta maaf berkali-kali
terhadapnya tak mendapat jawaban apa-apa, hingga tiba saatnya Shinta meminta
Rama untuk pergi ke suatu tempat saat malam pergantian tahun.
Malam
itu tepat 1 jam sebelum hitung mundur tapi Rama belum kunjung datang, hingga
detik-detik terakhir di tahun itu Rama baru memperlihatkan dirinya di hadapan
Shinta dengan segala alasannya Rama bilang kalau dia habis ngumpul bersama
teman-temannya. Cukup lama mereka terdiam setelah menghitung mundur bersama
tahun telah berganti dan hari ini tepat kedua tahun usia pacaran mereka. Shinta
mulai membuka mulut untuk berbicara dengan Rama.
“cewe
kemaren itu pacar kamu?” Tanya Shinta
Cukup
lama Rama diam dan tidak menjawab pertanyaan Shinta, dia malah mengalihkan
pembicaraan dengan topik lain.
“kamu
aneh, kamu bukan Rama yang aku kenal dulu”
“semua
orang itu bisa berubah sayang, tapi percaya sama aku di hati aku Cuma ada kamu”
“2
hal yang berubah dari seseorang itu, jadi lebih baik atau sebaliknya. Terus
kenapa kamu jalan sama cewe lain?”
Rama memberikan penjelasan panjang
lebar untuk Shinta, menurutnya hubungannya dengan perempuan-perempuan lain
hanyalah rasa Have Fun gelora muda tapi di hati nya cuma ada Shinta.
“sekarang
aku ngerti, kenapa kamu marah banget pas kamu ngeliat aku lagi sama kaka kamu.
Seorang pengkhianat pasti tau cara nya untuk berkhianat. Tapi sayang aku
terlalu lama untuk ngerti semua ini.”
“Shinta
maafin aku, aku cuma pengen cari suasana baru sama cewe lain. Kamu pantes marah
kok sama aku”
“aku
gak lagi marah kok, aku lagi dengerin curhatan sahabat aku sama kaya 2 tahun
yang lalu. Curhatan kamu tentang semua cewe yang ngejar-ngejar kamu dulu, tapi
kamu terburu-buru untuk ngubah status hubungan kita”
“Sayang,
bagi aku kamu itu kampung halaman aku. Sejauh apapun aku akan melangkah pasti
nantinya aku akan kembali sama kamu. Aku mohon kamu ngertiin aku ya”
“kan
kita sahabatan dari dulu, mana mungkin aku gabisa ngerti kamu. Tapi aku gamau
jadi gadis desa yang nunggu kekasihnya yang lagi merantau tanpa tau kapan akan
kembali, aku gabisa selugu itu.”
“aku
cuma mau main-main sama mereka sayang, aku serius nya sama kamu doang”
“kalo
gitu biar aku main dengan cara aku sendiri, hubungan kita gak berubah tetep
jadi sahabat sama kaya dulu. Aku sayang kamu sampai kapanpun sayang kamu, kamu
juga ngerti kalau aku orang yang kaya gimana”
“yaudah
kalo kamu mau nya kaya gitu, tapi bisa gak kamu janji untuk selalu jaga diri
buat aku?”
“kenapa
harus buat kamu, aku akan selalu jaga
kehormatan aku sebagai perempuan tanpa kamu suruh pun karena aku bukan cewe
gampangan yang bisa nemplok sana sini sama cowo lain. Biar cuma waktu yang
membawa takdir kalo kita emang harus bersama”
“kamu
pasti kecewa banget ya sama aku. Maafin aku belom bisa jadi yang terbaik buat
kamu, aku masih terlalu kekanak-kanakan untuk ngimbangin kamu. Suatu saat nanti
aku pasti kembali buat kamu dengan semua penyesalan”
“semoga
kamu belum terlambat buat nyesel,saat ini mungkin kamu lagi berubah menjadi
lebih buruk dari sebelumnya, tapi aku yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa
jadi jauh lebih baik dari sekarang dan aku akan terus dukung kamu karena aku
sahabat kamu sampai kapanpun”
“jadi intinya kamu gaakan mau
milikin aku lagi Shin?”
“aku
gak bisa bilang iya atau enggak sama sesuatu yang belum tentu terjadi
kedepannya. Kita emang harus terus belajar memahami tentang kehidupan ini Ram.
Kepercayaan aku sebelum ini sama kamu itu ibarat kertas putih kosong dan kamu
terus mencorat-coretnya sementara aku berusaha terus ngapusnya, jadi percayaan
aku gabisa 100 % lagi sama kamu”
“tapi
aku sayang banget sama kamu, aku punya mimpi untuk ngebangun keluarga sama
kamu. Maafin aku kalo aku emang keterlaluan”
“aku
percaya kamu sayang aku, tapi mungkin aku kurang menarik di banding cewe-cewe
kamu yang lain. Orang waras mana bisa terima kalo kekasih hatinya berkhianat di
depan matanya, kalo aku emang spesial kamu gaakan cari suasana baru sama cewe
lain. Satu hal yang perlu kamu tau, kamu gak boleh nyakitin perasaan orang lain
karena suatu saat nanti kamu pasti ngerasain gimana rasa sakit itu.”
“saat
ini aku udah ngerasain kok, makasih kamu udah ngajarin aku berbagi rasa sakit
itu. tapi nanti aku pasti bakal ngejar kamu lagi dan aku harap gaakan ada kata
terlambat untuk itu”
Setelah
malam itu dengan percakapan yang cukup panjang dengan Rama, Shinta kembali ke
Bandung menjalankan kehidupannya seperti sebelum itu. Banyak hal yang di
fikirkan Shinta tentang Rama banyak hal juga yang selalu dia pertanyakan dalam
hatinya, buatnya Rama tetaplah jadi Cinta Pertama nya dan bila mungkin dia
bukan Cinta Terakhir untuknya Shinta harus terima kenyataan itu.
Sedangkan kehidupan Rama semakin
lama dia semakin jenuh dengan kebebasan yang dimilikinya sekarang, jauh di
lubuk hatinya dia sangat merindukan Shinta tapi dia takut masih belum cukup
dewasa untuk memperbaiki kesalahan fatalnya itu.
Waktu terus berlalu meninggalkan
setiap tahun ke tahun, hubungan keduanya perlahan mulai membaik seperti dulu
hingga saat lulus kuliah Shinta kembali ke Jakarta dan bekerja memulai
kehidupan baru dengan menutup masa lalu nya dengan Rama.
Kini sudah tiba saatnya bagi Rama
untuk kembali memiliki Shinta, malam itu dia berniat untuk melamar Shinta dan
datang kerumahnya namun setiba nya disana dia mendapati kalau Shinta sedang
berbicara dengan laki-laki lain juga kedua orang tua Shinta. Rama yang sudah di
anggap anak sendiri dengan keluarga Shinta ikut serta dalam pembicaraan mereka
dan ternyata laki-laki tersebut sedang meminta Shinta untuk di pinang nya. Saat
itu juga dunia Rama seakan hilang semua, harapannya akan Shinta sudah tidak
tersisa lagi di hidupnya.
Ketika laki-laki itu sudah pulang
dan Rama berbicara dengan Shinta untuk menanyakan apakah dia mau menerima orang
itu sebagai suaminya kelak.
“itu tadi pacar kamu?”
“bukan, dia dulu senior aku waktu
kuliah kita gak pernah pacaran”
“tapi dia tadi baru ngelamar kamu
loh, kamu terima?”
“hati
aku sih yakin sama dia, dia orangnya berkomitmen dan dewasa aku rasa aku udah
jatuh hati sama ketulusannya. Pacar kamu gimana ?”
“baguslah
kalo kamu bisa nemuin yang terbaik, aku gabisa punya pacar lagi sejak kita putus.
Hati aku selalu nyalahin diri aku sendiri udah ngekhianatin kamu dulu”
“udahlah yang dulu biar jadi masa
lalu aja, lagi pula kita udah punya kehidupan yang baru kan”
[Kehidupan
aku yang baru adalah kehidupan tanpa kamu Shin] gumam Rama dalam hatinya.
Tapi
rencana yang sudah dia siapkan haruslah di jalaninya, sebelum dia pergi dia
memberikan cincin dan menggenggamkannya di tangan Shinta yang di niatkannya
untuk melamar Shinta tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.
Melihat
apa yang kini di genggamnya Shinta meneteskan air matanya, dia teringat dengan
kata-katanya dulu. Apakah dia bersedia menjadi gadis desa yang masih setia
menunggu dan bersedia menerima setelah kekasih hatinya telah berkelana cukup
jauh.
.TAMAT.
HM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar