Pengikut

Sabtu, 26 Maret 2016

Kenormalan Anak Manusia



Bersama dengan malam aku seperti hidup dengannya
Tak ada seorang pun yang dapat mengerti ku sebaik dirinya
Kali ini aku membicarakan tentang kenormalan bagi manusia
Alangkah lucu mereka semua
Selalu berteriak kalau dirinya hebat
Selalu berkaca diatas air yang mengalir
Selalu membersihkan diri diatas lumpur
Mengenal setiap orang yang silih berganti menghampiri dunia ku
Perlahan aku mulai memahami maksud Tuhan menghadirkan mereka ke dalam hidupku
Dengan membawa mawar berduri mereka begitu mudah mengenalku
Tapi aku tanpa sadar mengambilnya dan tak menghiraukan duri itu
Hingga aku terluka mereka hanya tersenyum
Alangkah lucunya mereka semua
Tertawa dengan pembelajaran yang berhasil aku curi darinya
Mereka telah mengambil keluguan ku dan menggantikannya dengan keelokan ku
Mengenal satu persatu mereka semua
Menyadarkan ku bahwa ciptaan Tuhan memang selalu sempurna
Selalu ada kekurangan yang menutupi kesombongan dari kelebihan itu sendiri
Tidak ada kanvas yang tetap putih dalam dunia ini
Mereka selalu meninggalkan goresan dalam setiap lukisan yang indah
Aku sinis melihat mereka yang menghitung kemurnian dalam dirinya sendiri
Seakan tak pernah ada tulisan hitam dalam hidupnya
Aku tersenyum mendengar mereka yang mengumbar ketidakwarasan dalam dirinya sendiri
Seakan mereka berhasil membodohi diantara mereka pula
Tapi aku hanya bisa diam
Ketika menyadari diantara mereka memiliki kehidupan bak istana negri dongeng
Sementara di samping kehidupannya bagaikan negri dari liliput
Miris hati menahan segala amarah yang telah lama terpendam
Aku pula bukan manusia suci yang hidup tanpa tinta hitam
Setidaknya aku sudah berusaha keras untuk menghapus warna gelap dalam hidupku
Meskipun tak akan bisa menjadi putih lagi
Biarlah bekas itu mengingatkan ku akan kegilaan ku
Agar aku dapat hidup normal selayaknya pemikiran warasku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar