Pengikut

Sabtu, 26 Maret 2016

Harga untuk Kebahagiaan



Berapakah harga yang patut dibayarkan untuk sebuah kebahagiaan?
Menurut sebagian orang kebahagiaan adalah penghidupan
Namun untuk yang lainnya membicarakan tentang kebahagiaan hanyalah sebuah omong kosong
Mereka yang selalu tertawa bermanjakan waktu yang mengasihinya
Selalu bisa merengkuh sang mentari dalam genggamnya
Tak perlu meringis untuk membuat kesenangan berpihak kepadanya
Mendapatkan segala kemudahan hanya dengan tunjuk jari
Mereka tak perlu berfikir bagaimana kebahagiaan akan meninggalkan darinya?
Karena kebahagiaan akan menyelimuti setiap orang yang di kehendakinya
Lalu bagaimana dengan orang lain yang selalu di rundung kenistaan
Seakan kebahagiaan menutup mata untuk melirik seseorang di belakangnya
Kebahagiaan hanya bersedia menerangi orang-orang yang berada dekat dengannya
Yang menurutnya telah memperjuangkan dirinya sendiri
Sedangkan orang yang dibelakang kebahagiaan itu sendiri dianggapnya sebagai seorang pecundang
Yang tak berhak mendapatkan sebagian dari dirinya itu
Tapi kebahagiaan itu sudah salah mengenal dirinya sendiri
Dia lah yang tak mau menoleh kebelakangnya walau hanya sekejap saja
Dia tak mengerti bagaimana lelahnya orang itu mengejarnya sepanjang hidupnya
Seakan tak peduli dengan kesakitan yang di derita orang itu
Sang kebahagiaan justru selalu bersifat congkak untuk setiap orang yang tak mengenalnya dengan baik
Tak peduli pula bagaimana kebahagiaan mengacuhkan orang itu
Dia tetap berlari hingga kakinya dipenuhi dengan luka
Berharap suatu saat sang kebahagiaan dapat menoleh ke dirinya walau hanya sedetik
Bagaikan orang yang paling bodoh hingga dia menyadari bahwa sebuah kebahagiaan adalah sebuah omong kosong
Tak kan percaya dengan perkataan manusia manusia tentang kefanaan kebahagiaan yang di terima nya
Dia kini telah menyerah mengejar kebahagiaan itu sendiri
Dirinya kini telah terbelenggu oleh rantai yang dinamakan takdir
Takdir yang membawanya menjadi acuh terhadap kebahagiaan
Yang bisa dia lakukan hanyalah menikmati setiap hembusan nafas dalam tubuhnya
Agar sang kebahagiaan tak bermaksud merenggut pula dari dirinya
Namun jauh dalam lubuk hati orang itu
Dia masih terus berharap bila kebahagiaan dapat murah hati untuk berkenalan dengannya
Karena dia selalu menganggap bila kebahagiaan adalah sebuah keindahan
Yang selalu menjadi mimpinya sepanjang nafasnya berhembus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar