Berapakah harga
yang patut dibayarkan untuk sebuah kebahagiaan?
Menurut sebagian
orang kebahagiaan adalah penghidupan
Namun untuk yang
lainnya membicarakan tentang kebahagiaan hanyalah sebuah omong kosong
Mereka yang selalu
tertawa bermanjakan waktu yang mengasihinya
Selalu bisa
merengkuh sang mentari dalam genggamnya
Tak perlu meringis
untuk membuat kesenangan berpihak kepadanya
Mendapatkan segala
kemudahan hanya dengan tunjuk jari
Mereka tak perlu
berfikir bagaimana kebahagiaan akan meninggalkan darinya?
Karena kebahagiaan
akan menyelimuti setiap orang yang di kehendakinya
Lalu bagaimana
dengan orang lain yang selalu di rundung kenistaan
Seakan kebahagiaan
menutup mata untuk melirik seseorang di belakangnya
Kebahagiaan hanya
bersedia menerangi orang-orang yang berada dekat dengannya
Yang menurutnya
telah memperjuangkan dirinya sendiri
Sedangkan orang
yang dibelakang kebahagiaan itu sendiri dianggapnya sebagai seorang pecundang
Yang tak berhak
mendapatkan sebagian dari dirinya itu
Tapi kebahagiaan
itu sudah salah mengenal dirinya sendiri
Dia lah yang tak
mau menoleh kebelakangnya walau hanya sekejap saja
Dia tak mengerti
bagaimana lelahnya orang itu mengejarnya sepanjang hidupnya
Seakan tak peduli
dengan kesakitan yang di derita orang itu
Sang kebahagiaan
justru selalu bersifat congkak untuk setiap orang yang tak mengenalnya dengan
baik
Tak peduli pula
bagaimana kebahagiaan mengacuhkan orang itu
Dia tetap berlari
hingga kakinya dipenuhi dengan luka
Berharap suatu
saat sang kebahagiaan dapat menoleh ke dirinya walau hanya sedetik
Bagaikan orang
yang paling bodoh hingga dia menyadari bahwa sebuah kebahagiaan adalah sebuah
omong kosong
Tak kan percaya
dengan perkataan manusia manusia tentang kefanaan kebahagiaan yang di terima
nya
Dia kini telah
menyerah mengejar kebahagiaan itu sendiri
Dirinya kini telah
terbelenggu oleh rantai yang dinamakan takdir
Takdir yang
membawanya menjadi acuh terhadap kebahagiaan
Yang bisa dia
lakukan hanyalah menikmati setiap hembusan nafas dalam tubuhnya
Agar sang
kebahagiaan tak bermaksud merenggut pula dari dirinya
Namun jauh dalam
lubuk hati orang itu
Dia masih terus
berharap bila kebahagiaan dapat murah hati untuk berkenalan dengannya
Karena dia selalu
menganggap bila kebahagiaan adalah sebuah keindahan
Yang selalu
menjadi mimpinya sepanjang nafasnya berhembus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar